|
Cerita ini aku alami kurang lebih 3 tahun yang lalu, saat aku mulai bimbang tentang apa yang harus aku lakukan untuk mengatasi laptopku yang mulai lemot.
Berawal dari pekerjaanku kala itu sebagai video editor, tentunya aku membutuhkan laptop yang sesuai dengan peruntukannya. Pencarianku dengan keyword “cara mempercepat kinerja laptop”, “cara meningkatkan performa laptop”, dan lain-lain sudah sering aku ketik di kolom search google.
Tapi dengan banyaknya riset yang aku lakukan malah membuat aku bingung harus memulainya dari mana.
Akhirnya aku memilih untuk mengupgrade RAM dengan harapan bisa mempercepat kinerjanya. Sebelumnya aku berkonsultasi dengan teknisi tentang niatku untuk mengupgrade RAM tetapi kata dia “daripada upgrade RAM lebih baik ganti hardisknya dengan SSD, Bang”.
Apa benar yang dikatakan beliau? (two year later)
Hingga akhirnya kuputuskan untuk menunda niat upgrade RAM, dan aku cari informasi lebih lanjut tentang pentingnya SSD dan kelebihannya dari pada harddisk.
Waktu yang aku tunggu pun telah tiba, aku sudah siap untuk mengganti hardisk dengan SSD.
Setelah operasi kecil yang aku lakukan, Alhamdulillah saat pertama kali booting pun sudah membuatku tersenyum sok manis. Laptopku jauh lebih ngebut dibanding sebelumnya, dimulai dari booting, open and close application, multitasking, dan juga rendering. Semua bisa dilakukan dengan cepat, jauh lebih cepat dari kinerja yang sebelumnya.
Perlu diingat bahwa aku hanya mengganti hardisk dengan SSD, bahkan aku belum sempat mengupgrade RAM ku dengan kapasitas yang lebih besar.
Itu semua karena sistem operasi Windows di-install pada SSD, di mana komponen dalam SSD ini bukan berbentuk cakram atau Disk seperti pada hardisk, melainkan berbentuk chip seperti yang biasanya kita lihat pada Flash Drive.
Perbedaan komponen yang ada pada SSD ini membuat kinerja sistem yang ada di dalamnya bekerja secara optimal.
FYI, SSD yang aku gunakan ini adalah seri SSD yang paling terjangkau dengan kecepatan standar yaitu SSD Adata SU800 dengan ukuran 2,5 inch, bukan SSD premium seperti SSD yang berjenis M.2 NVME ataupun Gaming SSD berkecepatan 7GB/s keluaran MSI yang baru saja dirilis.
Adata SSD from adata.com/en/feature/410 |
Pilihanku terhadap SSD ini karena 2 alasan:
Pertama adalah laptopku hanya mendukung slot untuk SSD SATA 2,5 inch.
Kedua karena budget yang pas-pasan.
Laptop yang selalu aku gunakan ini bukan laptop gaming, jadi hanya aku gunakan sebagai laptop dengan kerja ringan seperti mengetik, menonton film, dan juga editing video ringan. Dengan bantuan SSD 2,5 inch ini sangat membantu pekerjaanku dengan laptop lawas ini. Bahkan hingga sekarang pun aku masih belum sempat untuk mengupgrade RAM, karena aku pikir lebih baik menabung untuk ganti laptop ketimbang upgrade sana sini.
Jadi, untuk teman-teman yang mempunyai laptop entry level yang masih menggunakan Harddisk tetapi ingin performa tinggi, mengganti harddisk dengan SSD adalah pilihan yang bijak.
Sekian dan Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.